Kamis, 08 April 2010

TODAY IS MY BAD DAY!

Eeeeemaaaaaakkk!!!Huuuuaaa.pegn nangis rasanya!dan emang gue uda nangis tadi pagi!

Kenapa gue nangis???mungkin itu gag penting bagi kalian yg baca..tapi ini penting buat gue.
Hari ini, hari Jum'at, tanggal 9 April 2010, pukul 08.00--Gue ada ujian praktek agama. Gue dituntut untuk bisa hafal do'a do'a sesudah solat sunah. Tapi sayangnya gue terlalu pede dan hanya menghafal do'a sesudah solat hajat aja!!,Itu semua bukan karena alasan.Karena menurut gue..otak gue gag akan bisa menampung banyak hafalan. kalau sudah menghafal satu do'a lalu dilanjutkan do'a yg lain, pasti do'a pertama akan pudar dari otak gue[nah lhooo aneh kan!]
. Sesi 1 adalah menghafal do'a sesudah solat sunah itu. tetterettetet...gue harus mengambil lintingan. Dan apa yg gue dapat!!! gue harus menghafal do'a istikharah sedagkan gue gag tau gimana bunyinya. terpaksa dah gue disuruh mundur. T_T
Setelah sesi 1 itu gue berusaha ngehafal do'a istikharah itu..Dasar gue yg lemot. Gue cuma bisa menghafal seduikit banged.
. Sesi 2. nah untuk sesi ini gue sedikit lega! di sesi ini gue diharuskan menghafal surat Assyamsi. Hooooreee! dan gue berhasil.
. Berlanjut ke Sesi 3. di sesi ini gue harus baca alQur'an. Tapi berhubung gue lg halangan...jadi gue cuma disuruh nebak tajwidnya aja. Lumayan bisa lah! Alhamdulillah.

Tapi masih ada beban buat gue. Yaitu menghafal do'a istikaharah!!
Setelah gue selesai sesi ke 3 , gue dikejutkan dgn trikan temen gue. "AKHIRNYA GUE BERHASIL!!!!". Gue jawab "hebat ya loe!". "biasanya aja kali. di dalam tadi gue gag bisa, tapi untungnya gurunya ngasih kesempatan buat gue buat ngepahal sebisa gue", jwab temen gue gitu.
Dalam hati gue bicara...--Beruntung bgd ya.seadainya gue dibolehin kayak gt--
Di samping itu gue bisa sedikit lega karena gue uda punya cadangan satu. yaitu do'a hajat. fiuh,
Waktu gue lg sibuk menghafal do'a istikarah tibatiba temen gue ada yg manggil. "yuk, dipanggil tuh ama gurunya!". Dgn langkah raguragu pun aku menghadap guruku. "Uda hafal belum?"."baru sedikit pak. Gimana kalo ganti hajat aja pak?", jawabku sambil merayu sedikit. Hehe, Dan ternyata guruku malah jawab "MUNDUR!!". langsung namaku dicoret dari daftar nilai. Astagfirullah!!Emmaaaaakkk!!Seketika itulah aku tak kuasa membendung aer mataku.
Ya Allah,,segitu bodohkah diriku!!! Ya Allah...berilah pertolongan kepada hambamu yang malang ini. Kenapa sie setiap orang selalu pilih kasih dengan aku!

Kesebelasan itu...





=it's my first time to write in my blog.=

Merekalah yg kusebut dgn "kesebelasan itu...". Mengapa kuberi nama itu?? Karena kita memang bersebelas. Kita semua cew..[uuups.ada satu yg cow kok!tpi y rada cew2 gt.Hihihi]. Hampir setiap hari kita selalu bertemu..yah karena memang kita satu sekolah dan satu kelas.
Kita ini adalah suatu kelompok dgn penuh perbedaan. Aku sangat merasakn itu!!!. tapi ya mau gimana lagi..memang setiap orang tidak pernah ada yg sama.

Rabu, 31 Maret 2010

Pidato SIngkat tentang Narkoba

Assalamu'alaikum Wr wb
Yang terhormat ibu Evi selaku wali kelas XII IPA 2
Dan yang saya sayangi teman-teman kelas XII IPA 2

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, taufik, serta hidayahnya, kita semua dapat berkumpul di tempat ini guna memperingati Hari Anti Narkoba.

Sbelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk berdiri disini menyampaikan sepatah dua patah kata mengenai bahaya narkoba.

Narkotika dan obat-obatan teralarang atau serng disingkat dengan Narkoba merupakan godaan yang sulit untuk dihadapi oleh kalangan remaja saat ini. Banyak remaja yang terjebak oleh ancaman narkoba yang bisa datang darimana saja. Dari tahun ke tahun jumlah pengedar hingga pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat. Hal ini tentu saja dapat menghamabat kelangsungan kehidupan generasi muda yang diharapkan sebgai penerus bangsa.

Emosi remaja yang masih labil merupakan salah satu penyebab remaja terjebak dalam narkoba. Mulai dari ajakan teman baik yang dengan cuma-cuma memberi narkoba tersbut hingga akhirnya menyebabkan remaja itu sendiri kecanduan. Kemudian dengan segala upaya mereka menghalalakan berbagai cara untuk mendapatkan barang haram tersebut.
Selain itu, kebiasaan merokok di kalangan remaja juga dapat menjadi titik awal menggunakan narkoba. Sekarang ini kebiasaan merokok sudah menjadi hal wajar di kalangan pelajar saat ini. Apalagi remaja yang tidak merokok akan dianggap tidak gaul. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian kecanduan.

Banyak sekali akibat yang bisa ditimbulkan dari Penyalahgunaan narkoba, mulai dari perubahan emosi dan sikap, melemahnya fisik, daya fikir hingga bisa melakukan tindak kriminal, seperti yang dicontohkan tadi, mereka akan menghalalkan segala cara sepeerti mencuri untuk bisa mendaptkan arkoba itu. Tentu saja kita tidak ingin semua itu terjadi pada diri kita bukan????

Perlu teman-teman ketahui, banyak cara untuk mencegah semua yang saya bicarkan tadi. Peran guru dan orang tua dalam melimpahkan pegertian dan kasih sayang kepada anakanaknya harus dilakukan. Biarkan para remaja berkreasi slagi masih dalam lingkup positif, dan jangan buat merek tertekan akan kekangan yang diberikan oleh orang tua dan guru. Selain itu kita sebagai remaja juga perlu meningkatkan iman dan taqwa agar tidak ikut terseret ke jurang mematikan tersebut.
Marilah kita bangun bangsa ini dengan budi yang baik. Berani katakan TIDAK untuk narkoba!
Cukup Sekian pidato saya kali ini, apabila ada salah-salah kata saya mohon maaf.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Senin, 15 Desember 2008

NYAMAN,HEMAT . . . .Impian ku ?????




Bentuk arsitektur bangunan (rumah, gedung) harus berempati, tanggap, dan memberikan solusi terhadap isu pemanasan global. Salah satunya adalah memadukan bangunan (rumah, gedung) yang hemat energi dan ramah lingkungan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghambat pemanasan buana, perubahan iklim secara ekstrem, dan degradasi kualitaslingkungan. Belum usai berbenah menata lingkungan, krisis ekonomi global kembali menggoyang sendi-sendi kehidupan kota dan kita, termasuk sektor properti. Krisis yang datang beruntun dan bertubi-tubi seharusnya sanggup menggugah kesadaran kita.

rumah hemat energi


Bak ibarat tubuh, kita perlu melakukan diet mengurangi kadar kolesterol dalam bangunan dan menjadikan bangunan lebih langsing dan segar yang dapat menyehatkan diri sendiri (kantong tabungan, bangunan, penghuni) dan lingkungan (warga, kota) serta menghindari stroke komplikasi sosial. Untuk itu, kita perlu mengenali pokok-pokok permasalahan dan upaya-upaya yang dapat dilakukan.

Pembangunan bangunan hemat energi dan ramah lingkungan harus murah, mudah, dan berdampak luas. Pengembangan kota hijau (green city), properti hijau (green property), bangunan hijau (green building), kantor/sekolah hijau (green school/office), hingga pemakaian produk hijau (green product) terus dilakukan untuk turut mengurangi pemanasan global dan krisis ekonomi global.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung mendorong pembangunan bangunan berarsitektur lokal terasa lebih ramah lingkungan dan selaras dengan lingkungan asal. Desain bangunan (green building) hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan (green product).

Bangunan hijau mensyaratkan layout desain bangunan (10 persen), konsumsi dan pengelolaan air bersih (10 persen), pemenuhan energi listrik (30 persen), bahan bangunan (15 persen), kualitas udara dalam (20 persen), dan terobosan inovasi (teknologi, operasional) sebesar 15 persen.

Seberapa besar bangunan (rumah, gedung) yang akan dibangun? Cukup adalah cukup. Volume bangunan dijaga agar biaya pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan terkendali dan lebih hemat.

Bangunan dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang yang secara klimatik tropis berfungsi untuk sirkulasi pengudaraan dan pencahayaan alami merata ke seluruh ruangan agar hemat energi.

Pemanfaatan energi alternatif

Untuk menghemat pemakaian listrik, kita dapat menggunakan lampu hemat energi, mempertahankan suhu AC di 25ยบ C, membuka tirai jendela bila memungkinkan agar terang, dan matikan peralatan elektronik jika tidak diperlukan (bukan posisi stand-by).

Penghuni diajak memanfaatkan energi alternatif dalam memenuhi kebutuhan listrik yang murah dan praktis, serta ditunjang pengembangan teknologi energi tenaga surya, angin, atau biogas untuk bangunan rumah/ gedung.

Penggunaan material lokal justru akan lebih menghemat biaya (biaya produksi, angkutan). Kreativitas desain sangat dibutuhkan untuk menghasilkan bangunan berbahan lokal menjadi lebih menarik, keunikan khas lokal, dan mudah diganti dan diperoleh dari tempat sekitar. Perpaduan material batu kali atau batu bata untuk fondasi dan dinding, dinding dari kayu atau gedeg modern (bambu), atap genteng, dan lantai teraso tidak kalah bagus dengan bangunan berdinding beton dan kaca, rangka dan atap baja, serta lantai keramik, marmer, atau granit. Motif dan ornamen lokal pada dekoratif bangunan juga memberikan nilai tambah tersendiri.

Pemanfaatan material bekas atau sisa untuk bahan renovasi bangunan juga dapat menghasilkan bangunan yang indah dan fungsional. Kusen, daun pintu atau jendela, kaca, teraso, hingga tangga dan pagar besi bekas masih bisa dirapikan, diberi sentuhan baru, dan dipakai ulang yang dapat memberikan suasana baru pada bangunan. Lebih murah dan tetap kuat.

Skala bangunan dan proporsi ruang terbuka harus memerhatikan koefisien dasar bangunan (KDB) dan koefisien dasar hijau (KDH) yang berkisar 40-70 persen ruang terbangun berbanding 30-60 persen untuk ruang hijau untuk bernapas dan menyerap air. Keseluruhan atau sebagian atap bangunan dikembalikan sebagai ruang hijau pengganti lahan yang dipakai massa bangunan di bagian bawahnya. Atap-atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap (roof garden) dan dinding dijalari tanaman rambat (green wall) agar suhu udara di luar dan dalam turun, pencemaran berkurang, dan ruang hijau bertambah.

Pemanasan bumi

Keberadaan taman dan pohon penting dalam mengantisipasi pemanasan bumi. Ruang dalam bangunan diisi tanaman pot. Ruang hijau diolah menjadi kebun sayuran dan apotek hidup serta ditanami pohon buah-buahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Penghuni dapat memelihara dan melindungi pohon dengan mengadopsi dan menjadi orangtua angkat pohon-pohon besar yang ada di depan jalan depan bangunan (rumah, gedung) kita.

Idealnya, air hujan bisa diserap ke dalam tanah sebesar 30 persen. Dengan banyaknya bangunan beton, jalan aspal, dan minim ruang terbuka hijau, kota (seperti Jakarta) hanya mampu menyerap 9 persen air hujan. Maka, saat musim hujan kebanjiran, musim panas kekeringan. Sementara konsumsi air dari PDAM hanya 47 persen, sedangkan air tanah mencapai 53 persen.

Bangunan harus mulai mengurangi pemakaian air (reduce), penggunaan kembali air untuk berbagai keperluan sekaligus (reuse), mendaur ulang buangan air bersih (recycle), dan mengisi kembali air tanah (recharge) dengan sumur resapan air (1 x 1 x 2 meter) dan/atau lubang resapan biopori (10 sentimeter x 1 meter).

Semua air limbah dimasukkan ke dalam sumur resapan air dengan pengolahan konvensional supaya tidak harus terlalu bergantung kepada sistem lingkungan yang ada. Cara hemat penggunaan air adalah tutup keran bila tidak diperlukan, jangan biarkan air keran menetes, hemat air saat cuci tangan dan cuci gelas/piring, pilih dual flush untuk toilet, selalu habiskan air yang Anda minum.

Dalam mengolah budaya sampah, bangunan menyediakan tempat pengolahan sampah mandiri sejak dari sumbernya. Penghuni diajak mengurangi (reduce) pemakaian barang sulit terurai. Sampah anorganik dipilah dan digunakan ulang atau dijual ke pemulung. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman kebun. Tidak ada sampah yang terbuang (zero waste).

Menurut WHO (2006), 70 persen polusi di Jakarta berasal dari kendaraan bermotor. Menanam 5 pohon hanya mampu menyerap emisi CO2 yang dikeluarkan oleh 1 mobil! Dan, emisi per orang untuk menempuh tiap kilometer perjalanan dengan mobil pribadi adalah 15 kali bus. Kita perlu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, beralih ke alat transportasi publik ramah lingkungan, car pooling, ajak rekan-rekan searah, eco-driving. Beruntung jika bangunan dekat sekolah, pasar, atau kantor, kita cukup naik sepeda atau berjalan kaki.

Kita dapat menerapkan sistem manajemen lingkungan mulai dari rumah, sekolah, hingga kantor secara praktis dan sederhana untuk membantu dan mendukung terwujudnya bangunan hemat energi dan ramah lingkungan, menginspirasi penghuni dalam menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, membantu menekan biaya rumah tangga, mengurangi konsumsi sumber daya alam, mempromosikan praktik lestari melalui peningkatan kesadartahuan penghuni, mempromosikan cara-cara mitigasi perubahan iklim lewat penghematan energi dan pemakaian energi terbarukan.

Bullying . . . . . . . . . . . . . Never !!!!!!!!

Apa itu Bullying?

Ada banyak definisi mengenai bullying, terutama yang terjadi dalam konteks lain (tempat kerja, masyarakat, komunitas virtual). Namun di sini penulis akan membatasi konteksnya dalam school bullying. Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005) mendefinisikan school bullying sebagai perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang/sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut. Mereka kemudian mengelompokkan perilaku bullying ke dalam 5 kategori:

  1. Kontak fisik langsung (memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang-barang yang dimiliki orang lain)
  2. Kontak verbal langsung (mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put-downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip)
  3. Perilaku non-verbal langsung (melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam; biasanya diertai oleh bullying fisik atau verbal).
  4. Perilaku non-verbal tidak langsung (mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng).
  5. Pelecehan seksual (kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal).

Dari beberapa penelitian sebelumnya, juga ditemukan perbedaan umur dan gender yang dapat mempengaruhi perilaku bullying. Pada usia 15 tahun, anak laki-laki ditemukan lebih cenderung mem-bully dengan kontak fisik langsung, sementara anak perempuan lebih cenderung mem-bully dengan perilaku tidak langsung. Namun tidak ditemukan perbedaan dalam kecenderungan melakukan bullying verbal langsung. Pada usia 18 tahun, kecenderungan anak laki-laki mem-bully dengan kontak fisik menurun tajam, dan kecenderungannya untuk menggunakan perilaku verbal langsung dan perilaku tidak langsung meningkat, meskipun anak perempuan masih tetap lebih tinggi kecenderungannya dalam hal ini.

Patut dicatat bahwa ini adalah hasil penelitian di luar negeri yang belum tentu sesuai dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Riauskina dkk. menemukan dalam penelitiannya pada 2 SMA di Jakarta bahwa kecenderungan untuk melakukan kontak fisik langsung masih terlihat pada anak laki-laki di usia 18 tahun.

Mengapa Melakukan Bullying?

Seperti yang telah terjadi pada kasus IPDN dan sebagian kasus-kasus lainnya, bullying adalah sebuah siklus, dalam artian pelaku saat ini kemungkinan besar adalah korban dari pelaku bullying sebelumnya. Ketika menjadi korban, mereka membentuk skema kognitif yang salah bahwa bullying bisa ’dibenarkan’ meskipun mereka merasakan dampak negatifnya sebagai korban. Hal ini tampak dalam sebuah potongan wawancara pra-survei:

Tanya: …kalo nanti kalo kalian udah kelas dua gitu, mungkin ga jadi kaya mereka sekarang…?

Jawab: …tergantung si, tergantung ade kelasnya…kalo ade kelasnya nyolot ya gue marahin…

Mengapa seorang korban bisa kemudian menerima, bahkan menyetujui perspektif pelaku yang pernah merugikannya? Salah satu alasannya dapat diurai dari hasil survei: sebagian besar korban enggan menceritakan pengalaman mereka kepada pihak-pihak yang mempunyai kekuatan untuk mengubah cara berpikir mereka dan menghentikan siklus ini, yaitu pihak sekolah dan orangtua. Korban biasanya merahasiakan bullying yang mereka derita karena takut pelaku akan semakin mengintensifkan bullying mereka. Akibatnya, korban bisa semakin menyerap ’falsafah’ bullying yang didapat dari seniornya. Dalam skema kognitif korban yang diteliti oleh Riauskina dkk., korban mempunyai persepsi bahwa pelaku melakukan bullying karena

  • Tradisi
  • Balas dendam karena dia dulu diperlakukan sama (menurut korban laki-laki)
  • Ingin menunjukkan kekuasaan
  • Marah karena korban tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan
  • Mendapatkan kepuasan (menurut korban perempuan)
  • Iri hati (menurut korban perempuan)

Adapun korban juga mempersepsikan dirinya sendiri menjadi korban bullying karena

  • Penampilan menyolok
  • Tidak berperilaku dengan sesuai
  • Perilaku dianggap tidak sopan
  • Tradisi

Apa Dampak dari Bullying?

Salah satu dampak dari bullying yang paling jelas terlihat adalah kesehatan fisik. Beberapa dampak fisik yang biasanya ditimbulkan bullying adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, flu, batuk, bibir pecah-pecah, dan sakit dada. Bahkan dalam kasus-kasus yang ekstrim seperti insiden yang terjadi di IPDN, dampak fisik ini bisa mengakibatkan kematian.

Dampak lain yang kurang terlihat, namun berefek jangka panjang adalah menurunnya kesejahteraan psikologis (psychological well-being) dan penyesuaian sosial yang buruk. Dari penelitian yang dilakukan Riauskina dkk., ketika mengalami bullying, korban merasakan banyak emosi negatif (marah, dendam, kesal, tertekan, takut, malu, sedih, tidak nyaman, terancam) namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam jangka panjang emosi-emosi ini dapat berujung pada munculnya perasaan rendah diri bahwa dirinya tidak berharga.

Kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial juga muncul pada para korban. Mereka ingin pindah ke sekolah lain atau keluar dari sekolah itu, dan kalaupun mereka masih berada di sekolah itu, mereka biasanya terganggu prestasi akademisnya atau sering sengaja tidak masuk sekolah.

Yang paling ekstrim dari dampak psikologis ini adalah kemungkinan untuk timbulnya gangguan psikologis pada korban bullying, seperti rasa cemas berlebihan, selalu merasa takut, depresi, ingin bunuh diri, dan gejala-gejala gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder). Dari 2 SMA yang diteliti Riauskina dkk., hal-hal ini juga dialami korban, seperti merasa hidupnya tertekan, takut bertemu pelaku bullying, bahkan depresi dan berkeinginan untuk bunuh diri dengan menyilet-nyilet tangannya sendiri!

Dari informasi di atas, kita dapat melihat bagaimana perilaku bullying sebenarnya sudah sangat meluas di dunia pendidikan kita tanpa terlalu kita sadari bentuk dan akibatnya. Dalam bagian ke-2, penulis akan menelusuri beberapa sumber lebih jauh lagi untuk melihat karakteristik pelaku bullying, mitos dan fakta tentang bullying, serta bagaimana menghadapi bullying, baik bagi korban, siswa lain yang menonton, maupun bagi pihak sekolah atau orangtua.

Selasa, 02 Desember 2008

InCiep-InCiep Makanan Kotha Solo nyok,,,,!!!!!!!!!!!!!

Berbagai makanan khas dan wuenak yang ada di Solo rasanya pantas untuk menjadikan kota ini sebagi kota tujuan wisata Kuliner terbaik. Berikut merupakan sebagian dari kekayaan koleksi kuliner yang ada di Solo dan amat sangat layak untuk dicoba pastinya ….. Solo memang surga dari wisata kuliner ….

Nasi Liwet


Nasi Liwet mungkin adalah makanan khas Kota Solo yang paling terkenal, bahkan nasi liwet sudah masuk menjadi menu di hotel-hotel berbintang di kota-kota besar di Indonesia.

Di Solo sendiri Nasi Liwet sudah sangat membumi, hingga setiap saat dan hampir dimanapun, anda akan dapat menemukan Nasi Liwet dengan mudah. Mulai dari Nasi Liwet yang paling terkenal di Solo, Nasi Liwet Wongso Lemu yang berlokasi di Keprabon (Jalan Teuku Umar) dan Nasi Liwet Yu Sani yang berlokasi di kawasan Solo Baru yang berjualan di malam hari hingga para mBakyu yang berjualan di pagi hari dengan berkeliling diperumahan.

Pada dasarnya Nasi liwet adalah beras yang dimasak dengan santan dan kaldu ayam sehingga hasil akhirnya membuat nasi terasa gurih, beraroma dan lezat. Kemudian, nasi tersebut dicampur dengan sayuran jipang (labu siam) yang dimasak pedas, telur pindang rebus, daging ayam yang disuwir, kumut (terbuat dari kuah santan yang dikentalkan). Sering juga ditambah dengan usus ayam, hati/ampela yang direbus, bacem tahu tempe atau rambak kulit sapi sebagai pelengkap. Penyajiannya pun tidak menggunakan piring, tetapi dengan daun pisang yang dipincuk.

Jenang / Bubur Lemu

Jenang lemu adalah bubur yang tidak kalah gurih dari nasi liwet, hanya saja memang tidak berupa nasi melainkan bubur.

Timlo Solo

Timlo merupakan salah satu makanan khas di Kota Solo. Berbeda dengan makanan sejenis yang dimiliki daerah lain, Timlo Solo tidak mempergunakan soun dan jamur merang.

Untuk menikmati rasa Timlo yang khas Solo, anda harus datang ke Timlo Sastro di daerah Balong Pasar Gede atau di cabangnya di Pasar m’Beling dan Timlo Solo di Jl. Urip Sumoharjo. Tempat ini benar-benar jagonya timlo. Timlo Solo adalah hidangan berkuah bening yang berisi ’sosis’ daging ayam yang dipotong-potong, potongan telur pindang, hati dan ampela ayam.

Timlo Sastro mempunyai cara menghitung pesanan yang unik, pesanan tidak dicatat di atas kertas, melainkan ditulis di atas papan tulis kecil (Sabak) dan baru kemudian harganya dijumlah. Semangkuk Timlo komplit dapat dinikmati hanya dengan mengeluarkan uang Rp 9.000 ,-

Semangkuk Timlo panas, dimakan bersama nasi putih yang ditaburi bawang goreng dan ditemani segelas es jeruk pasti akan membuat anda ingin kembali berulang kali.

Sate Buntel

Sate Buntel adalah sate kambing khas Kota Solo yang lain dari pada yang lain. Sate Buntel adalah sate yang terbuat dari daging kambing yang dicincang, diberi bumbu bawang dan merica dan kemudian di-buntel (dibungkus) dengan lemak kambing. Sate kambing saja sudah enak, apalagi kalau daging kambingnya dicincang dan dibungkus dengan lemak sebelum dibakar hingga matang di atas bara dan dimakan bersama saus kecap, irisan cabe rawit yang diuleg kasar, bawang merah, irisan kol dan tomat. Lebih nikmat lagi dinikmati bersama acar ketimun.

Salah satu warung makan penyedia Sate Buntel yang paling terkenal di Solo adalah warung Sate Kambing Tambak Segaran, Jalan Sutan Syahrir No 39 (Widuran) yang telah berjualan sejak tahun 1948. Kesuksesan warung sate ini mendorong munculnya banyak warung sate buntel lainnya.

Jika anda penggemar wisata kuliner dan sedang memesan satu porsi sate buntel, perlu diketahui bahwa satu porsi sate buntel tidak berisi 10 tusuk sate seperti sate biasanya. Kenapa? karena ukuran sate buntel ini besar dan satu porsi sate biasanya sudah cukup banyak untuk dimakan berdua. Tetapi ada baiknya anda pastikan dulu besar satenya sebelum memesan, agar tidak kelebihan ataupun kekurangan.

Selain sate buntel yang mak nyos tadi, di warung sate Tambak Segaran sangat direkomendasikan untuk mencoba sate kikil kambing yang dijamin empuk dan akan membuat anda ketagihan dan juga Gule Sumsum yang nikmat, bayangkan betapa nikmat menghirup kuah gule sembari menyedot sumsum dari tulang.

Pecel n’Deso

pecel5.jpg

Pecel n’Deso adalah nasi pecel yang nasinya berasal dari beras merah, jenis beras yang kini sulit didapat. Pecelnya, berisikan dedaunan dan tanaman mulai dari jantung pisang, nikir, daun petai cina, bunga turi dan kacang panjang. Sambalnya ada dua pilihan, sambal kacang seperti pecel pada umumnya atau sambal wijen yang memiliki dua pilihan, wijen putih atau hitam. Lauk yang bisa anda pilih disini ada: belut goreng, wader pari yang digoreng tanpa tepung, telur ceplok, sosis solo, bongko (kacang merah dan kelapa), gembrot (kelapa dan daun simbukan), otak dan iso goreng.

Tengkleng

tengkleng2.jpg

Tengkleng merupakan salah satu makanan “wajib” bagi pemburu kuliner kota Solo. Gule kambing mungkin merupakan contoh yang paling dekat untuk menggambarkan cita-rasa Tengkleng bagi mereka yang belum pernah menikmatinya. Yang membedakan tentu saja adalah rasa dan kuahnya. Kuah Gule menggunakan santan kelapa, sementara Tengkleng tidak memakai santan. Jadi lumayan, sumber kolesterolnya berkurang satu!
Selain itu isi Tengkleng adalah tulang-belulang kambing dengan sedikit daging yang menempel. Sebagai lauk pelengkap, diberi sate daging, sate usus, sate jeroan, otak dan bagian organ kambing lainnya yang ikut digulai bersama tulang-tulang, seperti mata, pipi, kuping, dan kandungan (klepon).

Kenikmatan makan Tengkleng akan terasa ketika kita menggerogoti sedikit daging yang tersisa dari tulangnya atau mengisap-isap isi sumsum tulang.

Anda dapat menikmati tengkleng di Pasar Klewer, di sana ada Ibu Ediyem yang berjualan di lapaknya yang sederhana di samping Gapura Pasar Klewer atau ke warung tengkleng Yu Tentrem di Jl. Letjen Sutoyo, Bibis. Biasanya pembeli duduk di atas bangku kayu berdesak-desakan lalu makan dengan lahap menikmati nasi tengkleng yang disajikan. Karena rasanya yang khas, masakan tengklengnya Ibu Ediyem maupun Yu Tentrem sering dipesan pejabat yang mengadakan acara kantor maupun keluarga.

Sate Kere

Seperti halnya soto, hidangan sate sebenarnya bukan makanan khas Solo. Tapi untuk sate enak yang satu ini memang khas Solo. Wajib hukumnya bagi anda untuk mampiri ke warung Sate Kere saat ke Solo. Salah satu warung Sate Kere yang terkenal adalah Warung Yu Rebi di daerah Penumping dekat Stadion Sriwedari (yang ini harganya jauh dari kere) atau di depan TK Marsudirini (hanya ada pagi sampai siang, yang ini harganya lebih murah).

Disebut sate kere karena di warung Sate Kere anda akan dapat menjumpai sate tempe gembus (tempe yang dibuat dari ampas kedele sisa pembuatan tahu), disamping daging dan jeroan sapi. Namun, biasanya tempe gembus-nya lebih dominan. Karena itu, makanan tersebut kemudian disebut sate kere (satenya orang miskin). Jadi bagi orang yang mengidap penyakit darah tinggi, tak usah menghindar warung ini. Asalkan anda tidak memesan sate jeroan seperti paru, limpa, hati, iso, torpedo, ginjal, babat, iso daging sapi.

Bumbu perendam tempe embus sama dengan bumbu rendaman bahan jeroan. Sedangkan bumbu untuk menyantapnya adalah sambal kacang, dengan kacang yang tidak begitu banyak sehingga terasa lebih ringan. Dalam sehari warung sate Yu Rebi mampu menghabiskan 30 sampai 50 kg daging dan jeroan. Tak heran, karena pelanggannya bukan berasal dari Solo saja, melainkan dari kota-kota sekitar Solo.

Gudeg Ceker



Pengalaman wisata kuliner di Gudeg Ceker Bu Kusno Margoyudan di Jl. Wolter Monginsidi, Solo benar-benar pengalaman menarik. Bukan hanya karena jam bukanya yang ajaib (Gudeg ini baru buka jam 02:00 dini hari), tapi juga dari banyak dan beraneka ragamnya pembeli mulai dari bapak-bapak penarik becak, hingga pejabat dan wisatawan dari daerah lain. Mereka semua tidak berebutan dan marah-marah minta dilayani. Benar-benar pengalaman yang unik, seakan semua orang paham apa yang mereka inginkan sehingga bersikap baik untuk mendapatkannya. Semua itu terjadi hanya untuk satu alasan: Gudeg Ceker.

Di tempat ini, ceker (kaki ayam) menjadi hidangan sampingan yang dihidangkan bersama dengan gudeg. Ceker dimasak secara gudeg kering dan biasanya setiap pengunjung bisa menghabiskan 10 hingga 20 ceker sekali makan. Jangan heran, ceker yang disajikan disini lunak dan lezat.

Selain dimakan bersama dengan nasi gudeg, pengunjung bisa juga memesan ceker sebagai hidangan sampingan dari bubur. Nah kalau dimakan dengan bubur, maka akan lebih nikmat kalau disiram dengan kuah sambal goreng krecek. Cocok sekali untuk sarapan dipukul 04:00 pagi!

Babi Pincuk Pasar Gede

Bagi wisatawan non Muslim, Kota Solo juga mempunyai makanan khas yang berbahan dasar babi, salah satunya adalah Babi Pincuk.

Penjual Babi Pincuk dapat dijumpai di sekitar Pasar Gede maupun berkeliling di jalan-jalan kota. Mereka berjualan bukan dengan tenda darurat ataupun bangunan permanen, melainkan mempergunakan pikulan sederhana meskipun kini ada pula yang menggunakan gerobak. Dan mereka umumnya berjualan hanya disiang hari.

Babi Pincuk, sesuai dengan namanya, disajikan hanya dengan pincuk dari daun pisang, yang dibuat oleh penjualnya hanya dalam waktu 10 detik saja. Tidak dimakan dengan nasi, Babi Pincuk berisi daging dan jeroan babi yang dipotong kecil-kecil dan disiram dengan kuah kecap yang manis dan sambal.

Tahu Kupat

Ketika pertama kali mencoba makanan khas Solo yang satu ini, anda mungkin akan teringat dengan Tahu Gimbal, makanan khas Semarang. Ya, kedua makanan ini memang mirip.
Satu porsi makanan khas ini terdiri dari ketupat, mi basah, taoge, tahu goreng, bakwan gimbal yang dipotong-potong dan kacang goreng yang disiram dengan bumbu kecap manis encer dengan rasa bawang yang cukup terasa. Disamping campuran standard di atas, anda dapat juga menambahkan isi tahu kupat anda dengan telur dadar.

Warung tahu kupat yang terkenal dan ramai dikunjungi di Solo dapat anda jumpai di Jl. Gajah Mada no 95 (di depan Masjid Solihin) atau di depan Pasar Kadipolo.

Bakmi Toprak

Nama makanan khas Solo satu ini mungkin akan mengingatkan anda dengan Ketoprak yang ada di Jakarta, tapi setelah dihidangkan ternyata jauh sekali perbedaanya. Jika Ketoprak versi Jakarta menggunakan sambal kacang, Toprak Solo berkuah bening.

Sebagai salah satu makanan khas Solo. Jajanan enak ini banyak ditemui di pelosok kota Bengawan. Tapi jangan bilang sudah mencicipi Mi Toprak kalau belum mampir ke Warung Toprak Kartopuran di Jl. Kartopuran.

Jam 11 siang warung Mi Toprak Kartopuran baru melayani pembeli. Biar begitu setengah jam sebelumnya pembeli sudah mulai antre.

Komposisi Mi Toprak terdiri dari mi kuning, potongan kol, tahu goreng, telur, tempe goreng, dan sosis solo. Lalu disiram dengan kuah kaldu dan irisan tetelan daging sapi, serta taburan bawang goreng plus seledri. Untuk pelengkap, kita bisa menambah karak (kerupuk nasi). Rasanya pas dimakan di waktu brunch karena tidak terlalu mengenyangkan, tapi cukup mengganjal perut sambil menunggu makan siang.

Sambel Tumpang

Satu lagi makanan khas dari Solo yang langka dan sekarang makin sukar ditemui, namanya nasi Sambel Tumpang.

Sesuai dengan namanya nasi ini terdiri dari nasi putih yang ditumpangi aneka sayuran rebus seperti bayam, taoge, dan kacang panjang lalu disiram dengan kuah kental. Kuah kental ini dibuat dari campuran santan dan tempe semangit yang dihaluskan. Biasanya di dalam kuah kental tumpang ini ada tahu putih, telor rebus dan krecek. Sajian khas Solo ini paling enak dinikmati untuk sarapan. Maka, penjual nasi tumpang di pasar-pasar tradisional biasanya ada pada pagi hari saja.

Selain ditemukan di pasar tradisional, penjual nasi tumpang masih bisa dijumpai di sekitar Lapangan Manahan. Apalagi di hari Minggu saat banyak orang berolahraga pagi, jajanan Nasi sambel Tumpang dijadikan salah satu pilihan sarapan. Selain dinikmati dengan nasi putih, Sambel Tumpang sama enaknya kalau disiramkan di atas bubur nasi yang masih panas. Nah, yang ini namanya menjadi Bubur Tumpang.

Gule Goreng

Di Kota Solo ada cara lain untuk menikmati gule kambing, selain dibuat tongseng, di Solo ada yang namanya Gul-Gor (Gule Goreng). Gule Goreng adalah gule kambing yang berkuah santan kental, dimasak di atas anglo arang sampai kering. Anda bisa bayangkan betapa empuknya daging dan jeroan yang telah dimasak sampai kering tersebut. Menikmati Gul Gor, dengan nasi panas, kol, tomat dan bawang merah pasti akan membuat anda ketagihan.

Ingin menikmati makanan satu ini, datang saja ke Jl. Diponegoro di sebelah eks gedung bioskop Deddy Theatre.

Wedangan

Jika Jogja terkenal dengan angkringan maka Solo terkenal dengan Wedangan-nya. Wedangan dapat dijumpai hampir ditiap sudut Kota Solo, karena memang wedangan merupakan salah satu tempat bersosialisasi masyarakat Kota Solo.

Di atas meja, nasi yang sudah dibungkus kecil-kecil dan berbagai lauk-pauk sudah terhidang dan memberi keleluasaan kepada pengunjung untuk mencomot sesukanya. Lauk pauk yang sudah tersedia di meja biasanya adalah sate kerang, sate kikil, sate telur puyuh, tahu tempe goreng maupun bacem. Tetapi anda bisa juga memesan lauk yang harus digoreng dulu seperti ayam dan ikan.

Di tempat wedangan seperti ini semua orang bergaul akrab. Tak jarang pertemuan antar teman dilangsungkan di warung Wedangan sambil meminum teh hangat, kopi atau wedang jahe yang menghangatkan. Setalah selesai makan, tinggal laporkan apa yang anda makan kepada pemilik warung. Dengan sigap mereka akan menghitung semuanya.

Sosis Solo

Sosis Solo bukanlah sosis yang biasa kita kenal. Pertama kali melihat pasti merasa aneh , tapi jangan salah … begitu mencoba pastinya hilang semua protes dan perasaan aneh … daging yang digulung telur ini memang sosis yang benar-benar khas dan wenak dari Solo.

Serabi Notosuman

Serabi Notosuman merupakan salah satu oleh-oleh wajib Kota Solo. Benar-benar rugi kalau anda sudah berkunjung ke Kota Solo, tetapi tidak sempat mencoba kelezatan Serabi Notosuman.

Serabi Notosuman yang legendaris ini telah berdiri sejak tahun 1923 di Jalan Moh. Yamin dan sekarang ini sudah dijalankan oleh generasi yang ke empat (4). Walau sudah lama berdiri, resep yang dipergunakan masih sama dan dimasak dengan cara yang juga sama.

Serabi Notosuman tidak berbentuk sama seperti serabi yang biasa kita temukan di Bandung. Serabi asli Solo ini tidak dimakan bersama kuah santan yang manis, karena rasanya sendiri sudah manis dan gurih. Serabi Notosuman terbuat dari adonan tepung beras, santan, gula pasir, dan berbentuk bulat seperti apem dengan dengan kerak di sekelilingnya yang kering dan renyah.

Selain serabi polos (tanpa topping apapun), anda juga dapat memesan serabi dengan taburan cokelat di atasnya. Tapi jenis yang satu ini kurang cocok untuk dijadikan oleh-oleh karena lebih cepat basi.

Demikian terkenalnya serabi Notosuman sehingga sudah menjadi semacam merek generik. Walaupun tidak mempunyai hubungan langsung dengan keluarga pengusaha serabi Notosuman, namun banyak pedagang serabi sering menambahkan kata Notosuman di kios atau gerobak tempat berjualan serabi mereka. Tetapi jangan salah, meskipun tidak sekhas serabi Notosuman yang manis dan gurih, namun serabi yang dijual di beberapa tempat di Kota Solo juga tak kalah enaknya apalagi dengan topping yang lebih beragam.

Mandarin dan Roti Semir Orion

Toko roti Orion adalah toko roti yang sudah berjualan sejak puluhan tahun yang lalu, dan bahkan dikenal sebagai toko roti tertua di Kota Solo. Yang terkenal dari toko roti ini adalah roti mandarin dan roti semir orion. Kini Toko Orion tidak hanya menjual roti.

Intip

Intip merupakan salah satu oleh-oleh Solo yang sudah dikenal. Intip adalah kerak nasi yang dijemur sampai kering kemudian digoreng dalam minyak yang panas. Setelah itu tinggal dibungkus dengan tambahan garam atau gula merah. Rasanya sangat khas dan gurih walaupun tanpa MSG. Rasa gurih disebabkan karena sari dari nasi mengumpul di kerak nasi yang ada di dasar periuk, akibatnya rasanya gurih.

Intip Solo sangat murah untuk ukuran makanan kecil atau snack. Intip Solo terdiri dari 2 macam yaitu intip asli dan intip buatan. Intip Asli adalah intip yang dihasilkan oleh periuk nasi biasa, yang biasa dihasilkan oleh kebanyakan rumah tangga. Bentuknya tidak rapi, mudah pecah/terbelah, tanpa ada bumbu tetapi rasanya gurih sekali. Intip buatan dihasilkan oleh industri makanan yang memang ingin menghasilkan intip dalam partai besar, intip dibentuk mirip dasar periuk, bentuk bulat rapi, tidak mudah pecah/terbelah, kemungkinan ditambah bumbu bawang, trasi atau MSG, rasa gurih tapi tidak segurih intip asli.

Intip buatan sering ditemui di toko oleh-oleh di Pasar Klewer, dekat Pasar Jongke, toko oleh2 dekat Pasar Singosaren dan didepan toko roti Orion. Sedangkan intip asli dapat ditemukan di antara Kraton Mangkunegaraan ke Pasar Legi Solo

Kamis, 27 November 2008

Sepi,,,,

Kesepian!!. itulah yang aku rasakan sekarang